Bupati Kediri Minta Siswa Boarding School Fokus Prestasi untuk Raih Beasiswa

MOTIVASI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam kegiatan penyambutan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 di SMA Boarding School Pare Kediri,(photo by tribunjatim.com)


Kediri
– Semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terlihat dari 100 siswa baru SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Kabupaten Kediri. Harapan tersebut disampaikan para siswa saat berdialog langsung dengan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam kegiatan penyambutan siswa baru tahun ajaran 2026/2027, Kamis (23/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito membuka sesi tanya jawab dengan para siswa. Berbagai pertanyaan muncul, namun sebagian besar berkaitan dengan peluang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA.

Menanggapi hal tersebut, Mas Dhito meminta para siswa tidak hanya berorientasi pada beasiswa, tetapi terlebih dahulu membangun kemampuan dan prestasi melalui proses belajar yang serius.

"Beberapa pertanyaan anak-anak apakah akan mendapatkan beasiswa kalau masuk perguruan tinggi. Persoalan beasiswa itu seleksi alam. Prinsipnya hari ini saya minta kepada anak-anak untuk fokus belajar," ujar Dhito.

Menurutnya, kesempatan memperoleh beasiswa sebenarnya tersedia dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, perguruan tinggi, maupun lembaga lainnya. Namun, siswa tetap harus memiliki prestasi dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Karena itu, ia mendorong para siswa agar memanfaatkan fasilitas pendidikan yang telah diberikan melalui SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School untuk mengembangkan potensi diri.

Mas Dhito berharap para siswa angkatan kedua dan generasi berikutnya mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih angkatan pertama.

Sebagai informasi, dari 126 siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, mayoritas berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi.

"Harapannya angkatan ke-2, ke-3, dan ke-4 yang baru masuk ini bisa mempertahankan apa yang sudah dicapai oleh angkatan pertama atau bahkan lebih baik lagi," katanya.

Sekolah Gratis Buka Kesempatan bagi Anak Kurang Mampu

Mas Dhito menegaskan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Melalui SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Pemkab Kediri memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga dengan kategori desil 1 hingga desil 4 untuk memperoleh pendidikan dan fasilitas asrama secara gratis.

Program tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan bagi siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki semangat untuk meraih pendidikan lebih tinggi.

Salah satu siswa yang merasakan manfaat program tersebut adalah Arfa, remaja asal Desa Satak, Kecamatan Puncu.

Sebelum diterima di sekolah tersebut, Arfa mengaku sempat hampir mengubur impiannya untuk melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarga. Ia bahkan pernah membantu keluarga dengan mencari kayu bakar untuk dijual demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, keinginannya untuk tetap sekolah tidak pernah hilang.

"Saya sebenarnya ingin sekolah, belum ingin bekerja. Akhirnya dapat informasi ada sekolah gratis, lalu saya mencoba mendaftar," tutur Arfa.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Arfa menjadi salah satu dari 100 siswa yang diterima setelah bersaing dengan 298 pendaftar lainnya.

Kini, ia bertekad memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Arfa berharap dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan membawa perubahan bagi masa depan keluarganya.

Keberadaan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School menjadi salah satu upaya Pemkab Kediri dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki potensi dan semangat untuk berkembang.(red/lis)

0 Komentar